Faradina Izdhihary

Pagi ini seperti biasa saya sempatkan untuk membaca Yahoo.com seperti biasanya. Tak seperti biasanya, begitu membaca judul headlinenya, batin saya langsung bergidik dan usai membacanya, air mata saya mengalir deras. Kengerian, keprihatinan, kesedihan dan keinginan untuk bisa berbuat “sesuatu” yang lebih besar bagi bangsa ini semakin kuat mendesak dalam dada saya.

Berita yang cukup menggetarkan hati saya itu bertajuk ” Ucapan Mengejutkan Penikam Siswa”. Ya, berita itu mengupas bagaimana jawaban pelajar yang menikam Deny dalam kasus tawuran pelajar di Jakarta beberapa hari lalu saat ditanya Mohammad Nuh, Mendikbud. Nuh mengaku syok ketika mendengar jawaban si penikam, “Pua, Pak, tetapi agak menyesal.” (http://id.berita.yahoo.com)

Puas? Hati manusia macam apakah yang puas setelah melakukan sebuah kekejian? Ya Allah, saya gemetar membacanya. Bagaimana pun sebagai seorang guru, saya juga seorang ibu. Membayangkan bagaimana anak-anak seusia murid-murid saya (kebetulan saya mengajar SMA) dan juga seusia anak saya itu memiliki benak kekerasan yang cukup kuat menutupi…

View original post 1,330 more words